7 Langkah Ini Kerap Digunakan untuk Hack WhatsApp

Sebagai salah satunya program chatting paling besar sedunia, WA kerap jadi target peretasan oleh beberapa hacker. Banyak yang tidak, program itu pasti mempunyai database pemakai yang besar.

Ditambah lagi, pada account perorangan, WhatsApp kerap tersambung dengan account lain. Dimulai dari sosial media, dompet digital, online marketplace, dan lain-lain. Jadi saat WhatsApp ada pada tangan hacker, seorang beresiko alami rugi yang besar.

Rupanya ada cara-cara yang biasa digunakan hacker untuk cara hack whatsapp jarak jauh. Meskipun terhitung orang pemula, kamu harus ketahuinya untuk memperhitungkan kriminalitas cyber ini. Yok, baca penuturannya berikut!

  1. Hack lewat WhatsApp Situs
    WhatsApp Situs datang untuk mempermudah kita buka program lewat netbook atau PC. Namun, ini jadi sela besar yang buka peluang untuk peretasan. Bahkan juga sistem yang ini dapat dilaksanakan oleh beberapa orang pemula karena demikian gampang.

Untuk melakukan, hacker cuman memerlukan QR kode dari WhatsApp situs untuk di-scan. Code itu dapat didapat saat mereka mempunyai akses pada handphone yang kamu pakai.

Supaya terbebas dari resiko ini, kamu harus kerap memeriksa piranti apa yang tercatat pada WhatsApp Situs akunmu. Triknya ialah masuk di Settings > WhatsApp Situs/Desktop. Coba lihat piranti apa yang tercatat di situ. Bila ada yang tidak kamu kenali, cepatlah click Log Out.

  1. Melihat pesan WhatsApp dari Facebook
    WhatsApp dan Facebook berasal dari 1 perusahaan yang serupa. Itu mengapa beberapa orang yang bertanya apa ke-2 nya tersambung atau mungkin tidak. Perusahaan itu memang menolak rumor itu. Tetapi developer terkenal Gregorio Zanon menjelaskan kebalikannya.

Dalam basis media kepunyaannya, Zanon menerangkan jika Facebook dan WhatsApp memakai satu “tempat” penyimpanan yang serupa dalam piranti. Meskipun pesan di-claim terenkripsi, Facebook masih berpotensi untuk mengopi info dari WhatsApp.

Lantas apa yang perlu kita kerjakan untuk menghindarinya? Resiko yang ini dapat disebut minim terjadi. Tetapi membuat perlindungan akunmu, seharusnya tidak boleh pakai e-mail yang serupa untuk Facebook dan WhatsApp. Dengan demikian, resiko pembajakan dapat dikurangkan.

  1. Perampokan code OTP
    Apakah yang dimaksud dengan one-time sandi atau OTP? Gabungan angka ini biasa dipakai saat kita akan log in ke account WhatsApp dan basis yang lain. Hacker kerap kali manfaatkan OTP saat ingin bajak account seseorang.

Modus yang kerap dipakai ialah mereka menjelaskan salah mengirimi code OTP ke handphone kamu. Pada akhirnya mereka mintamu untuk mengirim code itu. Saat telah memperolehnya, account WhatsApp-mu diarahkan ke handphone mereka.

Oleh karena itu, jangan sampai mengirim code OTP ke seseorang. Bahkan juga ke saudara atau rekan sekalinya. Karena gabungan angka itu ialah kunci untuk menggantikan sebuah account.

  1. Memakai code Man to Man Interface (MMI)
    Sistem hack yang ini pernah menerpa Maia Estianty. Aktor penipuan meminta untuk masukkan code *21(nomor aktor)# dan menghubunginya. Rupanya itu ialah code Man to Man Interface (MMI).

Code itu biasa dipakai untuk mengubah nomor telephone ke piranti lain. Jadi semua panggilan yang masuk di nomor kita akan diterima oleh aktor. Dari sana, dia dapat masuk di account WhatsApp saat telah memperoleh OTP Call Me atau code OTP yang diberi lewat telephone.

Tidak cuma WhatsApp, saat hacker kuasai nomor teleponmu, mereka dapat memperoleh akses ke account lain. Dimulai dari sosial media, account ojek online, e-wallet, dan lain-lain.

Supaya ini tidak ada kepadamu, jangan sampai lakukan apa yang disuruh seseorang dengan gampang. Kamu harus skeptis dan cari tahu apakah yang mereka coba kerjakan ke akunmu. Tidak boleh juga memberi code OTP yang karakternya benar-benar rahasia.

  1. Pembajakan file media
    Sama seperti yang kita ketahui, WhatsApp memungkinkannya pemakainya untuk mengirimi dan terima file. Rupanya feature ini disalahgunakan oleh hacker atau pelaku-oknum tidak bertanggungjawab.

Mereka mengirim file berisi malware ke seseorang. Saat file dibuka, malware dipasang secara automatis. Kemudian, hacker memperoleh akses pada WhatsApp atau bahkan juga handphone korban.

Untuk menghindarinya, seharusnya matikan setel auto-download di WhatsApp. Masuk ke Settings > Chat Settings. Di bagian Save to Gallery, yakinkan pengaturannya Off atau mati.

  1. Hack lewat file backup WhatsApp
    Sebagai pemakai aktif WhatsApp, kita dianjurkan untuk rajin lakukan backup. Maksudnya supaya kita mempunyai file cadangan saat program tidak menyengaja terhapus, reset, atau alami masalah. Sayang, kembali lagi, hacker salah gunakan feature itu untuk keperluannya.

Untuk memperoleh file backup WhatsApp kamu, hacker akan meretas e-mail atau Google Drive. Lewat trick hacking, mereka bisa juga mengubah penyimpanan backup-mu ke emailnya sendiri. Saat sukses, hacker juga bebas terhubung semua chat dan media.

  1. Hack dengan spyware Pegasus
    Di awal 2020, warga global sempat pernah digemparkan dengan berita jika WhatsApp CEO Amazon, Jeff Bezos, dijebol oleh hacker. Sesudah dijelajahi, rupanya pelaku memakai spyware Pegasus untuk melakukan.

Dari waktu itu, alat mata-mata ini ditakutkan oleh khalayak. Walaupun tidak seluruh orang dapat menjalankan Pegasus, kamu harus tetap siaga akan resiko ini. Langkah terbaik membuat perlindungan akunmu dengan mengawasi apa ada pengubahan aneh pada WhatsApp dan handphone.

Itu beberapa langkah yang kerap dipakai hacker untuk meretas atau bajak WhatsApp. Turuti saran-saran di atas untuk menahan perlakuan itu terjadi kepadamu, ya!

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *